Skip to main content

Posts

Namimah Merusak Hubungan Sesama Muslim

Namimah Merusak Hubungan Sesama Muslim  Di antara penyakit moral yang tersebar di kalangan manusia adalah  namîmah . Banyak orang tidak menyadari bahwa  namîmah  merupakan perbuatan dosa besar yang akan mencelakakan pelakunya. Selain itu, dosa ini bisa merusak hubungan antara sesama manusia. Oleh karena itu, Islam melarang dengan tegas perbuatan  namîmah  dan menjelaskan siksaan yang akan dihadapi oleh pelakunya. Namîmah  secara bahasa adalah menampakkan atau menceritakan sesuatu. Adapun secara istilah, para Ulama menjelaskan sebagai berikut: Imam Nawawi rahimahullah (wafat 676 H) berkata, “Namîmah adalah menceritakan perkataan orang kepada yang lain dengan tujuan membuat kerusakan”. [ Al-Adzkâr , hlm. 336, karya: Nawawi, tahqiq: Syu’ab al-Arnauth]. Ini juga dikatakan oleh imam adz-Dzahabi rahimahullah (wafat 676 H) dalam kitab  al-Kabâ-ir , hlm. 160. Abu Hamid al-Ghazali Abu Hamid al-Ghazali rahimahullah (wafat 505 H) menerang...

Mukjizat Nabi Musa AS

Mukjizat Nabi Musa AS  Umat di masa Nabi Musa AS mudah terpengaruh hal-hal yang berhubungan dengan ilmu gaib atau sihir. Oleh karenanya, Allah SWT menganugerahkan sembilan mukjizat kepada Nabi Musa AS untuk meyakinkan orang-orang di masa itu atas keberadaan dan kekuatan Musa AS. Dari sembilan mukjizat yang diberikan Allah SWT itu hanya dua yang terkenal sementara tujuh mukjizat yang lain seringkali terlupakan. Sebelum kita membahas peristiwa-peristiwa menarik ini, seyogyanya kita uraikan terlebih dahulu perbedaan antara mukjizat dengan sihir. Sebuah mukjizat adalah suatu aksi atau perbuatan luar biasa dan lain daripada yang lain dan tidak dapat dilakukan oleh orang biasa. Terjadinya mukjizat hanya diberikan oleh Allah SWT melalui para Nabi-Nya yang terpilih. Tanda-tanda suatu mukjizat yang lain adalah: • Pelaku mukjizat selalu berakhlak mulia dan tidak mepertontonkan mukjizatnya kepada umat hanya untuk sekedar main-main. • Masing-masing Nabi hanya dapat menunjukkan...

Tidak Memenuhi Janji dengan Allah dan Manusia Merupakan Dosa Besar

Tidak Memenuhi Janji dengan Allah dan Manusia merupakan Dosa Besar  Manusia hidup di dunia diciptakan oleh oleh Allâh Yang Maha Kuasa. Dan Allâh Subhanahu wa Ta’ala telah mengadakan perjanjian-perjanjian dengan para hamba-Nya. Manusia juga hidup bersama sesamanya, sehingga sering terjadi berbagai perjanjian dengan mereka. Semua perjanjian, baik dengan Allâh Subhanahu wa Ta’ala maupun dengan manusia, wajib dipenuhi, tidak boleh dilanggar. Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad (perjanjian-perjanjian) itu . [Al-Maidah/5: 1] Para Ulama tafsir menjelaskan tentang ayat ini, “Wahai orang-orang yang mempercayai Allâh dan Rasul-Nya, dan mengamalkan syari’atNya! Penuhilah perjanjian-perjanjian Allâh yang dikuatkan, yaitu beriman kepada syari’at-syari’at agama, dan tunduk terhadapnya. Dan penuhilah perjanjian-perjanjian yang menjadi hak sebagian kamu atas sebagian lainnya...

Mendatangi Dukun, Dosa Besar

Mendatangi Dukun Dosa Besar  Termasuk iman kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala adalah beriman bahwa hanya Allâh Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui seluruh perkara ghaib. Allâh Azza wa Jalla berfirman: قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ “ Katakanlah, ‘Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.. ” [An-Naml/27: 65] Kemudian terkadang Allâh Azza wa Jalla memberitahukan sebagian perkara ghaib itu kepada rasul yang Dia kehendaki lewat wahyu-Nya. Allâh Azza wa Jalla berfirman: عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا   ﴿٢٦﴾   إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا “ (Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka da...

Istri Nusyuz Diancam Masuk Neraka

Istri Nusyuz Diancam masuk Neraka  Islam adalah agama sempurna. Diantara bukti kesempurnaannya adalah Islam memerintahkan kepada umatnya yang telah mampu menikah untuk menikah. Pernikahan akan berjalan dengan baik, jika pasangan suami istri memahami kewajibannya yang menjadi hak pasangannya, kemudian melaksanakan kewajiban  itu dengan baik.  Suami berkewajiban menafkahi istri dan anak-anaknya dengan baik dan menjaga mereka dari siksa api neraka. Sedangkan istri berkewajiban mentaati suaminya dalam perkara yang ma’ruf sesuai dengan kemampuannya. Jika istri melakukan kewajibannya kepada suami dengan sebaik-baiknya, setelah mentaati Allâh SWT, maka ia akan meraih surga-Nya. Sebagaimana diberitakan oleh Nabi yang mulia di dalam haditsnya: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه   قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خُمُسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا دَخَلَتْ مِ...