Skip to main content

Posts

Keutamaan Cinta Akhirat dan Zuhud Dalam Kehidupan Dunia

Keutamaan Cinta Akhirat dan Zuhud Dalam Kehidupan Dunia Dari Zaid bin Tsabit  radhiyallahu ‘anhu  beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, (( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ “Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya) “. Hadits...

Cara Islam Piih Pemimpin

Cara Islam Pilih Pemimpin   Memilih pemimpin merupakan sesuatu yang penting. Manusia itu adalah makhluk sosial yang membutuhkan untuk berinteraksi satu sama lain. Memenuhi kebutuhan hidup menjadi alasan yang dibenarkan untuk berinteraksi. Tentunya dalam berinteraksi rentan terjadi friksi – friksi di antara masing – masing orang. Menyelesaikan persengketaan dan menyatukan pandangan di antara alasan untuk memilih pemimpin. Bahkan Rasulullah SAW menekankan bahwa ketika ada tiga orang bepergian, wajib salah satunya menjadi pemimpin rombongan. Maka lebih utama lagi bila di sebuah bangsa dan negara, terdapat seorang pemimpin. Islam sendiri sebagai agama yang paripurna telah mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hal memilih pemimpin. Islam telah menjelaskan secara terperinci dalam memilih pemimpin sebagai berikut ini. Pertama, Pemberian baiat menjadi metode baku. Baiat merupakan sumpah setia terhadap pemimpin. Selanjutnya baiat sendiri dibagi menjadi ...

Kehidupan Dunia, Bagai Bunga Yang Dipetik Kemudian Layu

Kehidupan Dunia, Bagai Bunga Yang Dipetik Kemudian Layu Dalam Al-Quran, tepatnya Surat Thaha ayat ke-131, Allah  Tabaraka wa Ta’ala  berfirman, وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ “Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.” Sementara itu Imam Al-Bukhari no. 1465 dan Imam Muslim no. 1052 meriwayatkan dari shahabat Abu Sa’id Al-Khudri – radhiyallahu ‘anhu -, ujarnya, “Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam  duduk di mimbar sedangkan kami duduk di sekelilin beliau. Beliau bersabda, إِنَّ مِمَّا أَخَافُ عَلَيْكُمْ من بعدي ما يفتح عليكم من زهرة الدنيا و زينتها “Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan pada diri kalian setelah peni...