Skip to main content

Posts

Menggapai Kesucian Jiwa dengan Berwudhu

Menggapai Kesucian Jiwa dengan Berwudhu Sering kali kita menyaksikan tanda-tanda keesaan Allah. Sudah berapa kali kita mendapatkan teguran dari Allah, melalui musibah, penyakit dan lainnya?!. Betapa banyak, kita membaca ayat-ayat Allah?! Akan tetapi, mengapa hati kita tidak tergetarkan oleh itu semua?!. Bahkan kita tetap merasa tidak terpanggil untuk kembali kepada Allah. Tidakkah kita berpikir walau sejenak: mengepa hati kita sedemikian keras?! Mengapa jiwa kita sedemikian kaku?! Bukankah Allah Ta’ala telah  berfirman: فَوَيْلٌ لِّلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُم مِّن ذِكْرِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {22} اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُّتَشَابِهًا مَّثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاء وَمَن يُضْلِلْ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ “Maka kecelakaan yang besar teruntuk orang-orang yang hatinya telah membatu ...

Kaedah Penyucian Jiwa

Kaedah Penyucian Jiwa Oleh:  Syaikh ‘Abdurrazaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr  ( Hafidzahullah ); Penterjemah: M.Saifuddin Hakim; Ust. Sofyan Kaoy Umar, SE, MA, CPIF (Editor) Pendahuluan Segala puji bagi Allah Ta’ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi yang paling mulia, penutup para rasul, teladan dan penyejuk mata kita, yaitu Nabi Muhammad bin ‘Abdullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam,  juga kepada keluarga dan sahabat beliau seluruhnya, serta semua orang yang berjalan di atas petunjuk beliau sampai hari kiamat nanti. Jiwa manusia yang memiliki dua sisi (yaitu baik dan buruk, pent.), sangatlah penting dan urgen untuk diperhatikan. Allah Ta’ala telah bersumpah dengan sejumlah makhluk-Nya yang agung, yang menunjukkan keagungan-Nya dalam surat Asy-Syams, bahwasanya di sana ada jiwa yang beruntung dan ada jiwa yang tidak beruntung, وَالشَّمْسِ وَضُحاها (1) وَالْقَمَرِ إِذا تَلاها (2) وَالنَّهارِ إِذا جَلاَّها (3) وَال...